Langsung ke konten utama

Postingan

terhenti tanpa di-akhiri

sesampainya dirumah " heww hp gue dimane ?" nera mulai resah.setelah beberapa menit kemudian, dia belum juga mendapati ponsel berwarna ungu tua tersebut. "anjrit! ini sih namanya pencurian!" dia melihat nomor nya sudah tergeletak diatas meja belajar seorang diri tanpa ponsel ungunya tersebut. nera langsung menuju dapur menemui mamanya yang sedanga asyik menyiapkan makan siang. "ma! Dara kemana?" "hmm.. tadi sih katanya mau nonton pensi."  "ha?dimana?dari jam berapa?"  "dari jam 10, emang kenapa?" belum sempat nera menjawab pertanyaan mama nya, dia langsung masuk kamar dengan bete,  "ah sialan nih anak, pasti dia bawa hp gue, trus diganti pake nomor dia. ah! licik." gerutunya, "aduuh kayaknya gue resah banget sih? kenapa coba?" nera terus membatin. adzan berkumandang....... "assalamualaikum..." dara pulang tanpa sabar nera langsung mengambil hpnya... "woii...

untukmu yang bersinar :')

Menerka masa depan dalam kabut ku menggapai.. Entah. Masih belum pasti.    Gemericik air bernada mengiringi kepiluan ku saat ini. Pohon seraya melambaikan tangan melepas kepergianku menggapai mimpi yang terhalang kabut. Kakiku sakit…aku butuh alas untuk bisa berjalan lagi diantara gigitan batu itu, boleh aku minta torehkan segaris senyummu? Bantu aku. Menapaki jalan yang menukik tajam bukanlah perkara yang mudah, tapi bolehkah aku minta agar kau tetap bersamaku? Tapi.. tapi kau tinggalkan aku, membiarkanku terseret jatuh ke jurang kehancuran . dimana? Dimana uluran tanganmu itu? Aku butuh! Aku sekarat! Nafasku sesak, aku kehilangan jejakmu.     Dalam senja Segerombolan burung bersenandungkan namamu, aku dengar.. aku dengar berita burung itu.. bahwa kau kini telah menjadi sesosok yang tangguh dan kuat, semua orang meng-agung-agungkan namamu. Dalam ruang ini, memori kebersamaan kita dulu terulang, seperti film documenter sejarah manusia yang diiringi dengan ...

Untiteld

hari pertama di kelas yang baru, memilih satu pilihan yang sudah didambakan sejak lama, aku masuk kelas social, meski banyak polemik tapi ternyata terwujud juga.  "eh lo masuk kelas ini juga?" tanya alex "iya..." "eh siapa lagi sih, yang selokal sama kita disini?" "gatau deh" "boleh gue duduk di belakang lu?" "silahkan" ****  baru beberapa hari menginjakan kaki di kelas social, sudah banyak tugas yang bertebaran di depan sorot mata ini. persepsi bahwa anak social itu santai tidak selamanya benar, yang membedakan kami dengan anak science hanyalah pembawaannya saja. kalau segi materi sama-sama berat.  "jo.. gue sejarah sekelompok-kan sama lu?" "yups.." "sip. kapan mau kerja kelompok?" "mmm...sabtu bisa?" "bisa aja" "yaudah fix sabtu ya.." bel.. pualang berbunyi.. disambut dengan gelak tawa anak-anak yang sudah mumet seharian dicekoki dengan berbagai...

DOWN AGAIN!

      gue udah pasrah lah, nem segitu yakan... mau masuk mana-mana juga berada diantara posisi aman dan tidak aman. itu tuh rasanya pupus, se-pupus-pupusnya. sakiitt juga sih. tapi ini pasti yang terbaik, yap! terbaik. gue udah gatau harus berkata apa... yang pasti ini menyedihkan. trus tibatiba gue denger lagu shella on 7 yang "pasti ku bisa" liriknya gini  Lihat apa yang terjadi Dengan semua rencanaku Hancur semua berantakan Dia berjalan keluar dari lingkaran hidupku Bebas kulepaskan dia Akupun mulai berdendang Pasti ku bisa melanjutkannya Pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya Ooh pasti ku bisa menyembuhkannya Cepat bangkit dan berfikir Semua tak berakhir disini Merasakan pandanganmu Penuh cerita dan luka Memang begitulah semua Jangan pernah kau menunggu Keajaiban dunia Bukalah satu tujuan Pasti kau bisa melanjutkannya Pasti kau bisa menerima dan melanjutkannya Ooh pasti kau bisa menyembuhkannya Cepat bangkit dan berfikir Semua tak berakhir disini Pasti ku ...

KONFLIK BATIN

                     Dalam segala persepsimu, aku dituntut untuk bisa mengertimu, dalam hal apapun itu. hey? memangnya kau siapa ku? meminta untuk ditemani kesana-sini, tanpa memikirkan kebahagiaan ku? . aku menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, tapi kau? dengan enak mengejeku diantara yang lain. kau fikir itu sahabat? mungkin aku akan berfikir beribu-ribu kali mengenai kata "sahabat" itu. kau sedikit tersinggung saja, amarahmu langsung mencuat-cuat. aku? memangnya kau yakin tak pernah menyakiti aku? aku sering tersinggung oleh kata-katamu, tapi apa aku tunjukan semua itu? karena aku masih punya HATI. jujur saja akuseperti dikurung di sangkar burung yang tak berhak bebas!.liberalis.                 bahkan dalam saat-saat terakhir ku ingin bahagia sepenuhnya saja masih kau atur-atur! mungkin kau harus mencari sahabat yang baru yang benar-benar bisa tahan denganmu, maaf aku bukan sah...

Untukmu Teman Kecil :')

    "ayoo... shiin sini cepetaaann!!! "     " ada apaan sih stef?"     " ini nih, noh liat deh Power Rangers nya udah mulai!!" steffanus dengan serius menatap layar televisi itu     "eh? kok kamu diam? ayoo sini duduk! seru tahu!" perintahnya padaku yang mau tak mau aku turuti. pada saat itu kami masih sama-sama kecil, aku lupa umur berapa waktu itu. pokoknya kita masih benar-benar polos.      "kamu suka Power Rangers yang warna apa?" tanyanya yang tak sedikitpun menoleh padaku       "ha? aku lebih suka spongebob"       "ah! payah kamu. Power Rangers tuh lebih seru. uuuuhh"  sesaat setelah itu film itu sudah selesai, layaknya anak-anak, kami bermain asyik hanya berdua. maklum.. adiknya stef lebih memilih bermain dengan temannya.        "oiya shin cita-cita kamu pengen jadi apa?"        "kalau aku ingin jadi dokter" entahlah namanya juga anak keci...

Ke-sekian kalinya Flasback

entah angin dari mana, entah peristiwa apalagi.. mengingat kenangan bersamamu itu indah sekaligus ironi aku masih ingat saat pertama kali aku melihatmu dengan tatapan aneh serta "gak banget"      aku masih ingat saat pagi-pagi kau datang ke-sekolah dengan raut wajah yang datar....     aku masih ingat saat kau tatap mataku dalam-dalam ketika di kantin...    aku masih ingat pada saat kita telat masuk sekolah bareng...    aku juga masih ingat saat kau menggenggam Al-kitab di tanganmu dan aku memeluk Al-Qur'an dengan erat dan kita memisahkan diri untuk menerima siraman Rohani yang berbeda...    aku masih ingat saat ku melihat kau bermain bola dari celah-celah tembok lantai atas...dan kau bertanya "tadi kau melihatku main bola kan?" dan aku menjawab "tidak"     aku masih ingat saat aku berlari mengelilingi lapangan, dan saat itu juga mata kita bertemu...     aku masih ingat saat kau mengucap "good ni...