Langsung ke konten utama

Postingan

kembalilah Anak Bangsa !

Suara senyup-senyap malam mengibaskan desiran angin yang menggigit tulang, hanya terdengar sesekali suara jangkrik yang bernyanyi menemani pena ini menari. Malam dingin telah menjadi sahabat bagiku menelaah tiap jengkal kata yang terkena sinar lilin yang redup, melayang bersama angan yang telah menjelma menjadi Raksasa besar dalam benak Bima “belum tidur nak?” “belum mak, aku masih belajar peta Indonesia” senyum Bima pun merekah “yasudah, jangan tidur terlalu larut, nanti kau sakit,ya?” “iya mak” Melihat pena menari diatas kertas kusam dan diterangi oleh cahaya yang redup adalah pemandangan yang indah untuk  Bima walau sepatutnya ia tidak terlalu merasakan hal itu. Karena umurnya telah Beranjak remaja. “Pulau Sumatera,Pulau jawa,Pulau Kalimantan. Pulau..pulau.. ah pulau apa ini? Banyak sekali apakah ini yang dinamakan pulau? Apakah pulau itu? Dan dimana pulau ku?” sejumlah pertanyaan menyerang pikiran yang tak bisa dijawab oleh logikanya sendiri. “nak! Tidurlah. Suda...

TIDAK JELAS

Di jumat malam ini entah gimana gue mendeskripsikannya . ditemani dengan kwetiaw goreng pada jam 11 malam. entah gue gak peduli kalo kata orang itu bisa membuat gue gendut. tapi yang pasti rasanya. hambar dan standar!  gue gatau apa yang sebenernya mau gue tulis disini. gak maksud untuk nyepam juga sih. sumpah kali ini gue bener-bener bingung, complicated banget deh, dan gue juga bingung kenapa gue mesti bingung.nah bingung deh.  oke cukup sekian.

terhenti tanpa di-akhiri

sesampainya dirumah " heww hp gue dimane ?" nera mulai resah.setelah beberapa menit kemudian, dia belum juga mendapati ponsel berwarna ungu tua tersebut. "anjrit! ini sih namanya pencurian!" dia melihat nomor nya sudah tergeletak diatas meja belajar seorang diri tanpa ponsel ungunya tersebut. nera langsung menuju dapur menemui mamanya yang sedanga asyik menyiapkan makan siang. "ma! Dara kemana?" "hmm.. tadi sih katanya mau nonton pensi."  "ha?dimana?dari jam berapa?"  "dari jam 10, emang kenapa?" belum sempat nera menjawab pertanyaan mama nya, dia langsung masuk kamar dengan bete,  "ah sialan nih anak, pasti dia bawa hp gue, trus diganti pake nomor dia. ah! licik." gerutunya, "aduuh kayaknya gue resah banget sih? kenapa coba?" nera terus membatin. adzan berkumandang....... "assalamualaikum..." dara pulang tanpa sabar nera langsung mengambil hpnya... "woii...

untukmu yang bersinar :')

Menerka masa depan dalam kabut ku menggapai.. Entah. Masih belum pasti.    Gemericik air bernada mengiringi kepiluan ku saat ini. Pohon seraya melambaikan tangan melepas kepergianku menggapai mimpi yang terhalang kabut. Kakiku sakit…aku butuh alas untuk bisa berjalan lagi diantara gigitan batu itu, boleh aku minta torehkan segaris senyummu? Bantu aku. Menapaki jalan yang menukik tajam bukanlah perkara yang mudah, tapi bolehkah aku minta agar kau tetap bersamaku? Tapi.. tapi kau tinggalkan aku, membiarkanku terseret jatuh ke jurang kehancuran . dimana? Dimana uluran tanganmu itu? Aku butuh! Aku sekarat! Nafasku sesak, aku kehilangan jejakmu.     Dalam senja Segerombolan burung bersenandungkan namamu, aku dengar.. aku dengar berita burung itu.. bahwa kau kini telah menjadi sesosok yang tangguh dan kuat, semua orang meng-agung-agungkan namamu. Dalam ruang ini, memori kebersamaan kita dulu terulang, seperti film documenter sejarah manusia yang diiringi dengan ...

Untiteld

hari pertama di kelas yang baru, memilih satu pilihan yang sudah didambakan sejak lama, aku masuk kelas social, meski banyak polemik tapi ternyata terwujud juga.  "eh lo masuk kelas ini juga?" tanya alex "iya..." "eh siapa lagi sih, yang selokal sama kita disini?" "gatau deh" "boleh gue duduk di belakang lu?" "silahkan" ****  baru beberapa hari menginjakan kaki di kelas social, sudah banyak tugas yang bertebaran di depan sorot mata ini. persepsi bahwa anak social itu santai tidak selamanya benar, yang membedakan kami dengan anak science hanyalah pembawaannya saja. kalau segi materi sama-sama berat.  "jo.. gue sejarah sekelompok-kan sama lu?" "yups.." "sip. kapan mau kerja kelompok?" "mmm...sabtu bisa?" "bisa aja" "yaudah fix sabtu ya.." bel.. pualang berbunyi.. disambut dengan gelak tawa anak-anak yang sudah mumet seharian dicekoki dengan berbagai...

DOWN AGAIN!

      gue udah pasrah lah, nem segitu yakan... mau masuk mana-mana juga berada diantara posisi aman dan tidak aman. itu tuh rasanya pupus, se-pupus-pupusnya. sakiitt juga sih. tapi ini pasti yang terbaik, yap! terbaik. gue udah gatau harus berkata apa... yang pasti ini menyedihkan. trus tibatiba gue denger lagu shella on 7 yang "pasti ku bisa" liriknya gini  Lihat apa yang terjadi Dengan semua rencanaku Hancur semua berantakan Dia berjalan keluar dari lingkaran hidupku Bebas kulepaskan dia Akupun mulai berdendang Pasti ku bisa melanjutkannya Pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya Ooh pasti ku bisa menyembuhkannya Cepat bangkit dan berfikir Semua tak berakhir disini Merasakan pandanganmu Penuh cerita dan luka Memang begitulah semua Jangan pernah kau menunggu Keajaiban dunia Bukalah satu tujuan Pasti kau bisa melanjutkannya Pasti kau bisa menerima dan melanjutkannya Ooh pasti kau bisa menyembuhkannya Cepat bangkit dan berfikir Semua tak berakhir disini Pasti ku ...

KONFLIK BATIN

                     Dalam segala persepsimu, aku dituntut untuk bisa mengertimu, dalam hal apapun itu. hey? memangnya kau siapa ku? meminta untuk ditemani kesana-sini, tanpa memikirkan kebahagiaan ku? . aku menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, tapi kau? dengan enak mengejeku diantara yang lain. kau fikir itu sahabat? mungkin aku akan berfikir beribu-ribu kali mengenai kata "sahabat" itu. kau sedikit tersinggung saja, amarahmu langsung mencuat-cuat. aku? memangnya kau yakin tak pernah menyakiti aku? aku sering tersinggung oleh kata-katamu, tapi apa aku tunjukan semua itu? karena aku masih punya HATI. jujur saja akuseperti dikurung di sangkar burung yang tak berhak bebas!.liberalis.                 bahkan dalam saat-saat terakhir ku ingin bahagia sepenuhnya saja masih kau atur-atur! mungkin kau harus mencari sahabat yang baru yang benar-benar bisa tahan denganmu, maaf aku bukan sah...