Langsung ke konten utama

Asa yang Rapuh

Terlihat ragu aku melangkah dalam goyah
Berlari kencang aku meninggalkan sesal dalam luka
Terasa pilu rasa yang tak kunjung musnah
Bagai tak tersentuh angin sejuk dalam surga

Entah berpijak pada hati yang mana

Jalanmu tak pernah bisa ku tebak
Awalnya ku kira namaku sempat singgah dalam hatimu
Tapi mungkin tak se-kuat namanya yang menghiasi dinding hatimu

Bertahan bukanlah perkara mudah untuk hati yang goyah
Tapi bayangmu terus memaksaku untuk terus menyimpannya walau setengah mati aku mencoba membunuhnya

Matamu terkadang menarikku kembali masuk ke dalam dimensi yang terus membuatku sekarat

Lelah aku berputar pada permainan ini, terkadang kau membuatku menyerah tapi terkadang pula kau membuatku bangkit dan seolah menikmati permainan yang kau mulai

Bagai meniup kapas putih dalam udara, semakin aku berhembus bahagia semakin jauh pula kau meninggalkan hembusan nafasku.
Memilih terbang bersama angin, tanpa pernah kau jawab dia atau aku

Seperti tempat persinggahan.. Terkadang kau datang saat luka duka menghampirmu, atau kembali padaku saat kau gagal dalam pertaruhan yang membuatmu lemah

Harusnya sedari dulu aku membentengi hatiku agar tak mudah runtuh, tapi ironinya.. Aku baru membangun benteng itu saat pondasi ku sudah terlalu rapuh.

Komentar