Langsung ke konten utama

Dalam Sekejap


dalam sekejap
kemarin.. kau baik
kemarin kau ceria
kemarin kau baik-baik saja
tapi kini kau diam
tapi kini kau acuhkanku
tapi kini kau berubah
mengapa begitu cepat
mengapa begitu sangat cepat
ku tak mengerti
jalan fikiran dirimu
sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini
dalam sekejap kau meninggalkan ku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...