Langsung ke konten utama

Dalam Sekejap


dalam sekejap
kemarin.. kau baik
kemarin kau ceria
kemarin kau baik-baik saja
tapi kini kau diam
tapi kini kau acuhkanku
tapi kini kau berubah
mengapa begitu cepat
mengapa begitu sangat cepat
ku tak mengerti
jalan fikiran dirimu
sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini
dalam sekejap kau meninggalkan ku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...