Langsung ke konten utama

tahukah kau?

gue, gabisa jelasin keadaan gue sekarang. gue sedih se sedih sedihnya kalau aja ada orang yang mati gara-gara sedih mungkin gue udah mati dari tadi. sumpah gue sakiiiiittt banget, hati gue yg sakit. ini menusuk banget. sangat menyakitkan. tahukahkau? aku disini masih terus menunggumu membalasa sms ku? yang mungkin kau sendiripun tlah melupakannya. tapi pernah tahukah kau ? aku sangat terluka ketika kau dengannya? tahukahkau? hingga sampai saat ini aku menangis karenamu? pernah tahukah kau? aku melakukan hal apapun itu, jungkir-balik, banting tulang, gak peduli apapun rintangannya ku tetap lakuakn. dan pernah tahukah kau? aku lakukan itu untuk siapa? UNTUK MU! THE ONE ONLY YOU! kalau ku bisa memilih, siapa juga yang menginkan untuk terus mengecewakanmu? siapa? kau orang yang kusayangi mana mungkin aku  berusaha untuk mengecewakanmu/ mana mungkin? aku selalu berusaha untuk membuat mu bahagia. bukan malah membuat mu kecewa, yap1 aku tahu saat ini aku telah membuatmu kecewa, membuat mu terlukan mungkin. tapi sungguh bukan begitu maksudku, aku sayang padamu. aku sayang. yang harus kau tahu, AKU AMSIH BUTUHKANMU kumohon jangan tinggalkan aku untuk sekarang ini. hanya kau yang mampu membuat aku berubah menjadi lebih baik hanya kau yang mampu memotivasiku, dan sekarang kau yang meninggalkan ku. lalu/ lalu siapa, yang membuat ku semangat? sedangkan penyemangatku telah pergi meninggalkan ku dan diam seribu bahasa padaku. ku mohon... jangan diamkan ku seperti ini. sama saja kau membunuhku perlahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...