Langsung ke konten utama

dia..dia..dia..

masih disini, entah menanti apa aku ini.... 

"dia menang lagi!!" seseorang disebelahku memberi kabar yang mungkin saja gembira
"siapa?" jawab ibuku yang juga duduk disampingku
"anakmu lah!" jawab seseorang tadi.

****

aku tersungkur lemas, entah aku kecewa atau kenapa. seharusnya aku ikut bahagia dengan berita tadi. 
lagi-lagi kakakku menang dalam perlombaan itu, ada rasa sedikit iri padanya.

"mengapa selalu dia, mengapa dia bisa tapi aku tidak?" akupun mulai membatin

selama ini aku belum pernah menyumbang satu medali pun untuk pajangan dirumah, ataupun dalam bentuk apapun itu. hhh mungkin aku harus berusaha lebih keras. 


"aku bisa, aku mampu, aku cerdas,aku sukses, namun mungkin semua itu agak tertunda" akupun membatin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...