Langsung ke konten utama

aku sendiri lagi nih?

malam ini hujan kembali jatuh.......................
     aku terbangun dari alam bawah sadarku, mengingat aku sudah niatkan untuk menonton konser band yang sama-sama kita suka. ada secercah harapan disana, ya, minimal sedikit obrolan kecil ku denganmu.

"ah, sudah jam 08.30, tanggung sekali bila ku tetap terlelap." aku mencoba mencari-cari kesibukan agar aku bisa menonton konser tersebut.

"kau suka Noah kan?, kau pasti tidak mau ketinggalan juga sama halnya denganku."

waktu hampir mendekati jam 21.30, aku mencoba mengirim pesan untukmu, ya.. obrolan kecil dimalam minggu dan ditemani sedikit iringan lagu kesukaan kita, ah! terlalu so sweet!

"malam ini Noah konser lagi? yes!" jemariku dengan lantang mengetik kata-kaa itu seperti dialam bawah sadarku sungguh! aku sering sekali melakukan hal-hal yang sebenarnya tak pernah ku pikirkan dengan matang, apalagi tentang mu.

..........................................

tak dibalas? sungguh? benarkah tak dibalas? berkali-kali aku mngecek ponselku berharap namamu mampir si inbox ku, tapi kenapa tak ada? hey! kenapa tak ada? ah! kau tak peduli lagi denganku? miris sekali rasanya.!


lagu-lagu Noah mengalir dengan lembut membuat aku semakin tertegun mendengarnnya dan aku sendirian, kau kemana? kemana? hey! semakin miris. aku berharap kau menemani ku, lewat tulisan-tulisanmu saja! cukup kok oh please balas lah. okeoke aku terlalu kepo.


harus kay tahu, aku mengirimmu pesan singkat itu karena TERPAKSA! aku tak pernah sedikitpun menulis pesan singkat untukmu kecuali KETERPAKSAAN ITU BERPERAN. kau tahu kenapa? sini.... tanya saja padahatiku.


tiba-tiba saja mengalun sebuah lirik yang mengingatkanku padamu lagi, bodoh! sekali aku ini merinding rasanya mendengarkannya.

Di dalam sebuah cinta terdapat bahasa
Yang mengalun indah mengisi jiwa
Merindukan kisah kita berdua
Yang tak pernah bisa akan terlupa

Bila rindu ini masih milikmu
Kuhadirkan sebuah tanya untukmu
Harus berapa lama aku menunggumu
Aku menunggumu

Di dalam masa indah saat bersamamu
Yang tak pernah bisa akan terlupa
Pandangan matanya menghancurkan jiwa
Dengan segenap cinta aku bertanya

Bila rindu ini masih milikmu
Kuhadirkan sebuah tanya untukmu
Harus berapa lama aku menunggumu
Aku menunggumu

Dalam hati kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu.. aku…
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu.. aku…
Masih menunggu….

Bila rindu ini masih milikmu
Kuhadirkan sebuah
Harus berapa lama
Harus berapa lama
Aku menunggumu
Aku menunggumu
Aku menunggu

Au menunggumu

Dalam hati kumenunggu..
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu.. 
 
 
 
 
cukup, cukup, tak usah kau buat aku lebih banyak berharap, cukup. terimakasih atas bahagia dan derita yang kau beri. terimakasih :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saksi Bisu

Blog ini adalah satu satunya warisan yang gue punya , hahaah cerita cerita galau tentang masa depan ada disini semua. Mungkin.. Cerita akan berbeda 2-5 tahun yang akan datang, semoga cerita yang akan datang di blog ini berisi tentang kebahagiaan hidup, ketercapaian target, dan.. Pokoknya semua lah yang indah, Aamiin. Gue SMA nih sekarang.. Cerita SMP dulu juga ada.. Semoga sampe gue kuliah,kerja,dan berkeluarga masih ada(?) wkwkwkw . Gue gatau sih.. Ini blog gue menarik apa nggak, isinya cerita ga penting, dan ya gitu gitu aja.. Tapi seenggaknya gue bisa mengeluarkan uneg uneg gue. Wkwkw. Blog ini sebagai saksi bisu perjuangan hidup gue yang jatuh bangun jatuh bangun. Well, gue semakin lama semakin bingung sama diri gue sendiri.. Banyak ketakutan dalam hidup gue yang ga jelas. Tapi disisi lain gue suka mengambil resiko. Tapi kalo udah jatuh mewek. Ya itulah... Quote yang sampe sekarang mampu memotivasi gue saat gue down. Atau ada orang yang menyibir "gausah banyak mimpi!!...

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan