Langsung ke konten utama

Goyah


Kau Tahu, skema apa yang kini ku jalani?
      kau tahu, sketsa kenangan-kenangan itu berguguran jatuh di tengah-tengah ke-jenuhanku..

menanti bayangmu dibawah senyum mentari namun NIHIL
jarak tak begitu jauh sebatas tembok saja cukup!
jalan yang kita lalui masih seperti dulu.. bahkan jejak-jejak kakimu saja masih ku ingat di beberapa sudut saat mata kita bertemu, masa kau lupa?

        aku tak menunggu kok, karena aku tahu, kau tak perlu ku tunggu. kau sudah hadir.. namun di masa lalu, tidak untuk masa kini ataupun masa depan!

senyilir angin berhembus membisikan rasa rinduku, mungkin kau tak peka, apa? apa yang lebih berarti dari sebuah pertemuan kecil dan mata yang saling bertemu, untuk secret admirer sepertiku? hal-hal sederhana bisa ku ubah menjadi spesial hanya karena hal yang sulit di bicarakan secara logis.

kau tahu mengapa tingkat ke-pekaan cowok itu lebih rendah dibanding cewek?

karena cowok hanya terfokus pada satu tujuan, mereka hanya fokus ke depan, tidak sempat menoleh kanan atau kiri apalagi belakang walau hanya sekedar "hallo"

sedangkan cewek, walaupun dia bisa rentan sekali menoleh kanan dan kiri serta belakang, itulah yang menyebabkan cewek cenderung sulit move on. karenaaaaaaa kebanyakan menoleh dan tidak terfokus pada satu tujuan, padahal Tulang Rusuk itu berada di depan,dan dia harus terus berada dalam konstan-nya realita hidup.


akan ada saatnya kau akan menyesan telah menelantarkan orang se-setia sepertiku, bahkan orang yang kau sukai saja belum tentu setia seperti aku. oooooooooo kamu jangan meragukanku!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...