Langsung ke konten utama

Semoga gak FRI(END),

Kali ini serius gue lagi gak pengen melankolis dulu.

Gue sadar akhir-akhir ini ada beberapa tawa yang terselip di sebuah tanya "apakah kita masih bisa terus begini?"

Semenjak terpisah ruang dan waktu   seolah waktu memang tak berpihak. Kesibukan yang ga jelas membuat jembatan diantara kita mulai rapuh.

Gue juga capek sih, akhir-akhir ini kepala gue sering pusing gara-gara tugas, gue butuh pil penenang. Sebenernya gue juga pengen rehat sebentar walau cuma sekedar tuker cerita.

Gue gatau.. Gue bingung, gue sempet nanya "kenapa kita gak satu sekolahan aja gitu? Setidaknya, bisa meringankan beban batin. "

Sakit lahir batin jadinya .

Gue kangen, tapi gue gak bisa ekspresikan diri gue . Gue emang gak ekspresif. Bukan pemain peran yang bagus.

Maaf, gue baru baca kata di web lu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...