Langsung ke konten utama

Untukmu yang mataku selalu rindu

    Hari ini seperti biasanya,menembus dinginnya jalanan kota dibalut dengan jaket yang tak begitu tebal.gerimis. Jalan masih terlihat sepi.ya masih pukul 6 pagi. Aku melaju dengan kecepatan yang standar, telapak tangan mulai mendingin, kaca helm telah berkabut.
     Tiba sudah aku ditempat ini, tak lupa aku menoleh ke jendela tempat biasa kau bersandar.tidak ada. Mataku terus mencari hingga akhirnya menyerah dqn pasrah. Sesekali hatiku bertanya "se-mengaggumkan apakah engkau, hingga mentaripun malu menatap mu?" .
     Setelah semuanya selesai, ku pandangi jendela itu lagi. Kau sudah tak ada. Mungkin mata ini hanya bisa menangkap bayangmu sekejap saja tak lebih dari hembusan angin.
      Dari kejauhan aku senandungkan namamu, walau aku tahu senandungku takkan bisa membeli waktumu kini.
       aku tak peduli kau anggap aku apa, aku hanya ingin bersamamu walau kau anggap aku sebagai krikil yang tak berarti, tapi saat melihatmu aku seperti berlian yang berkilau.
      mungkin mataku rindu, rindu akan sesosok yang mungkin mataku pun lupa bagaimana cara "merindu".
      Ada seseorang yang dekat dengan ragamu namun jauh dihatimu itu yang selalu mengaggumimu dalam sunyi.
      Salam dari ragaku dan mataku yang selalu rindu.

Untukmu yang      mataku selalu rindu         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...