Langsung ke konten utama

untukmu yang berseru "jangan seperti mereka!"



Wahai laksana mentari menyinari..
Kami ini binatang jalang dari sekumpulan yang terbuang
Seberapa hina hati kami ini?
Menoreh luka teramat dalam di palung hati ini..
Kami sama sepertimu, ingin bebas mengekspresikan diri kami
Tapi mengapa kau jadikan kami kambing hitam revolusi ?
Benar katamu, kami tak lebih dari binatang jalang
Kami hanya ingin suara kami menggema ibu pertiwi
Membasmi semua kuasa yang telah menjajah pikiran kami
Habis darah mempertahankan angka, habis darah mempertahankan gemuruh batin
Sakit hati kami sama seperti rasa sakit yang dirasakan gunung anak Krakatau, jikalau tiba saatnya kami yang akan menghabismu dengan semburan lahar panas yang mengalir dari segala penjuru magma dalam batin kami
Jikalau kau lebih baik daripada generasi kami, mengapa kau jual bumi pertiwi? Mengapa kau tak memiliki nurani? Mengapa kau KORUPSI??!
Kami adalah tulang yang berserakan tapi ditanganmulah 
 tulang itu menjadi berarti(jika kau peduli)


                                                                                                Kambing hitam revolusi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...