Langsung ke konten utama

PHO?

Persepsi apapunlah itu, yang membuat hubungan orang lain jadi berantakan. PHO?tukang tikung?.

Untuk yg mendakwa kepada seseorang bahwa orang itu PHO seperti begini sketsanya.

Anda berada di sebuah jalan yang lurus enak sekali banyak buah-buahan yg bisa anda ambil sesuka hati anda. Lalu tibalah anda di sebuah persimpangan berbentuk segitiga. Anda menoleh ke kanan disana pemandangannya indah sekali, lalu anda menoleh ke kiri disana terdapat banyak bunga-bunga yang indah. Sedangkan jalan lurus yang di depan anda ini banyak sekali beling,paku,dan kerikil tajam. Anda segan untuk bisa melintas, dan anda memilih jalan ke kanan.

Intinya adalah.. Disaat pasangan anda "menyimpang" jangan salahkan orang lain yang disebut PHO, mengapa anda tidak bisa memperindah diri anda? Mengapa anda tidak membuat segalanya menjadi nyaman?. Oke, itu kasus pertama. Yang kedua apabila anda tidak kalah indahnya dari jalan yang kanan/kiri, bahkan lebih indah. Tapi mengapa pasangan anda masih saja berpaling? Berarti pasangan anda yg tidak baik untuk anda, bukan anda yang tidak baik untuknya!

"sederas apapun air matamu jatuh, takkan bisa merubah hati orang yang kau sayangi untuk jatuh pada dirimu lagi"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...