Langsung ke konten utama

Lonely

Di malam yang selalu sunyi.

Entah.. Teringat akan suatu sumpah dalam batin, menggema terus tak ada henti, namun tetap diam dalam kata. Seberapa kuat aku bertahan? Bukan untuk sebuah penantian, tapi untuk sebuah pembuktian.

Lelah.. Tapi kalau aku berhenti sampai disini, sampai kapanpun aku takkan bisa lebih dekat denganmu.

kau memanggil namaku hanya dalam hitungan 3 detik setelah itu hilang, dan kau lupa. Tidak ada tatapan yang serius. Rasanya aku ingin menjerit karena banyak pertanyaan dalam hatiku tapi selalu reda saat melihatmu, ah bodoh. Mungkinkah kau akan membaca tulisanku ini? Mungkinkah? Mungkinkah namaku kau lafalkan 2 kali dalam sehari? Rasanya tidak.

Kau tau.. Ini lebih sulit mendeskripsikannya, tidak ada yang tahu, satupun tak ada yang tahu siapa sebenarnya yang aku kagumi dan hatiku selalu lontarkan janji padamu dalam sunyi. Maaf bila kau risih dengan sorot mataku, maaf juga kalau telah mengganggu waktumu. Aku akan datang padamu lagi saat aku telah kuat dan berani untuk bisa berkata dihadapanmu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...