Langsung ke konten utama

Korban Yang Terdakwa

Ada dua julukan untuk seorang anak manusia yang di juluki "tak pernah peduli dengan lingkungan" ini, yaitu menjadi korban dan terdakwa.

Menurut dasar hati yang paling dalam, aku hanyalah sebagai korban. Tapi menurut mereka yang punya kekuasaan aku adalah terdakwa.

Menjalankan status dua kali sekaligus ternyata berat, bahkan terkadang menyewa pengacara pun bukan solusi yang baik karena si "hakim" ini takkan pernah mau disalahkan.

Sang hakim membacakan secara terperinci dugaan dugaan yang di tujukan untuk ku, berdasarkan laporan dari berbagai sumber, aku hanya bisa merunduk dan meng-iyakan. Maka jelas sudah, kini status ku sudah jadi "tersangka".

Jeruji besi terlihat mangap, siap melahapku untuk masuk ke dalamnya, rongga rongga pada besi yang mulai berkarat mendecit miris pada saat dibuka. Sudah... Kini aku sudah masuk dalam jeruji itu. Aku korban yang terdakwa menjadi tersangka dan akhirnya menjadi tahanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...