Langsung ke konten utama

Redup

Kalo gitu.. Izinkan aku menjatuhkan air mata ini, karena tumbuh sebagai anak yang tak cemerlang.

menahan iri bukan main di palung hati yang terdalam..

Aku tau diriku yang salah
diriku yang begitu mudah putus asa, dan diriku yang tak pernah mencoba menjadi yang bercahaya

Jika ini alasan dari segala alasan yang ada, aku sadar diri. Memang pantas aku kau campakkan.

Merintih iri, berdoa di dalam hati, memantaskan diri, hingga akhirnya aku mampu menunjukan jati diri.

Aku seperti bintang di siangnya hari, tak terlihat sinarnya dan tak tergambarkan wajahnya.. Tapi siapa yang tak dapat melihatku di gelapnya malam? Bukankah aku mampu bercahaya? Hanya saja kau butuh waktu untuk bisa melihatku bercahaya..

Kapan? Aku tak dapat pastikan.

Wajar. Wajar saja kau begitu, karena bermodalkan ketulusan pun tak cukup, tak cukup membeli waktumu untuk sekedar menunggu.

Hinalah aku sehina-hina nya kata-katamu jika itu mampu membeli masa depanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...