Langsung ke konten utama

Savana Hati Yang Gersang

Kadang.. Rasa itu hadir kembali di tengah-tengah kekuatan ku untuk membasminya.

Rindu itu semakin liar saat aku lihat kau sedang menatap daftaran chatmu. "oh.. Ayolaahh chaat akuu" tapi entahlah semua itu musnah dan kau langsung menekan tombol close. Huft.

Aku tak tahu seberapa parahnya efek cinta pertama, ternyata sangat parah. Bisa membuat tolol sekalipun dan rindu yang kian menggerogiti asa yang selalu saja lemah.

Aku yakin kita sekarang sudah jalan masing-masing meraih tiap mentari yang mulai memberi sinyal untuk masuk ke alam masa depan.

Tapi jujur... Sesekali aku masih suka menoleh padamu. Bodoh.

Pengganti? Apa yang harus diganti? Posisimu di hatiku? Sudah lama terganti.. Sekarang masih tak bertuan. Parah... Rindu ini semakin liar rasanya ingin meledak dari tempat persembunyiannya tapi apa daya kau begitu angkuh untuk menanggapi rasaku.

Kalau saja aku tak sebodoh ini, membiarkan namamu melayang jauh bersama namaku yang sampai kapanpun takkan mungkin.

Rindu itu gampang
Hanya butuh bertemu pandang
Melewati aral yang membentang
Menjadi butir yang selalu terkenang
Entah.. Siapa yang kan menang
Di savana hati yang kian gersang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...

tentang kegagalan