Langsung ke konten utama

Sepucuk surat di layar

Kau  pernah mengagumi sesorang? Seseorang yang kau anggap sempurna dalam takaran yang kau buat?

Kau pernah merasa bagaimana indahnya saat dia memberimu satu kata yang mampu membuatmu membumbung jauh ke luar angkasa yang rasanya lupa jalan kembali ke bumi?

Harus ku tarik dalam dalam nafasku sebelum ku memutuskan untuk mengambil tindakan bodoh ini, yap. Memulai bertanya, yang terlihat begitu konyol sekali pertanyaan itu ku lontarkan. Entah.. Rasanya sudah putus urat malu-ku.

Hanya ada 2 kemungkinan .. Yaitu kau akan menjawab dengan tulus atau sebelum menjawab kau mengernyitkan keningmu seperti biasanya~

Tak terhitung sudah berapa insan yang ku kagumi, tapi kali ini sungguh hanya kau yang mampu menjadikan semua kesempurnaan itu menjadi satu. Hanya ada padamu.

Bagai punuk mengharapkan bulan.. Aku ? Haha mungkin kau akan menertawakanku dalam hatimu. Tak apa~ kau anggap aku bodoh sekalipun tak apa, asalkan aku bisa dekat denganmu. Tapi rasanya tak mungkin.. Tak mungkin orang bodoh dapat mengambil hatimu bukan? Yap. Setidaknya untuk bisa berbicara denganmu  , ilmuku seimbang. Haha~ seimbang? Rasanya jauh ya..

Terus sekarang gimana? Mungkinkah kau penasaran denganku? Setelah ku menulis sepucuk surat di layar handphone mu? Mungkinkah kau memiliki waktu untuk mengenalku lebih jauh? Mungkinkah kau berusaha menyebut namaku, walau sekali. Ooh.. Pasti rasanya indah betul.

Atau.. Oh mungkinkah kau menemui tulisan ku di blog ini? Ah mungkinkah? Adakah sedikit waktu untuk sekedar mengingat namaku?

Atau mungkin , suratku habis dalam sekali duduk tanpa pernah menyentuh hatimu, tanpa pernah timbul rasa ingin tahu.

Simpan namaku, jaga baik-baik, mungkin suatu saat nanti kita bisa bertemu di tempat yang indah dan saat itulah aku akan membuktikan padamu. Bahwa tulisanku saat ini, surat yang ku tulis padamu, itu adalah cinderamata dariku.

Hai.. Terlalu panjang ya? Hehee maaf, semoga aku masih bisa terus berbincang denganmu ya. Haha senang sekali :) terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...