Langsung ke konten utama

Klise

Kembali pada kisah klasik itu, kisah yang mungkin saja sudah tak merdu lagi bagi para pendengarnya.

Bergulir ke sini lagi, seperti ombak yang tiada habisnya menggulung air di lautan, walau lautan luas tak berbatas, deburan ombak juga tetap terasa geram di pesisirnya. Walau indah dan tenang melihat luas lautan , tapi siapa yang menyangka laut yang luas pun kadang merintih tersibak ombak.

Huft. Di tengah hati yang tenang, kadang rasa itu hadir, hadir seperti ombak yang menggulung-gulung palung hati, namun akhirnya pun kandas hanya dengan hitungan detik. Lalu datang lagi, hilang, dan begitu seterusnya.

Kalau ada kaktus tumbuh di gersangnya padang pasir pastilah ia menjadi primadona diantara yang lain. Lalu bagaimana bila kaktus tumbuh di tengah hutan musim? Pasti auranya kalah dengan warna warni tumbuhan lain.

Lemah...

Kokoh lalu rapuh

Bangkit dan jatuh lagi

Lupa namun tetap teringat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...