Langsung ke konten utama

Thats called love

Aku tak menyangka sejauh ini perasaan ini, yang dulu sempat ku perjuangkan dan sempat pula ku musnahkan. Ku tutup rapat rapat semua kenangan itu, sampai akhirnya hatiku membiru dan mati rasa. Hampa pun menggerogoti tiap detik hari hariku. Seperti hidup namun ada sisi yang mati. Seperti mati tapi aku masih bernafas.

Kini.. Kini kau datang dengan secuil kisah rasa di masa lalu, mengungkap semua penat yang ada di hatimu. Mengucap jelas di sanubari, tentang rasa.. Tentang cinta.

Aku tak tahu benarkah rasa mu itu? Kalau benar.. Berarti selama ini cinta ku berbalas. Tapi aku juga tak ingin begitu cepat ambil keputusan. Takut jatuh tenggelam dalam duka lagi, dengan kisah cinta yang sama lagi, dengan airmata yang sama lagi, dan dengan hati yang selalu jadi korban.

Aku tunggu.. Aku tunggu bila memang rasamu utuh untukku. Tapi bila belum utuh.. Sudahlah jangan kau redupkan hatiku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...