Langsung ke konten utama

Rusuk Yang Patah

Rusuk sering di artikan sebagai sesosok yang sangat di nanti dalam setiap jiwa manusia.

Lalu bagaimana bila rusuk itu patah?
Atau mungkin kau salah memilih rusuk?

Atau.. Kau belum menemukan tulang rusuk yang sama denganmu?

Ironi.. Kau terlalu berharap dia lah tulang rusukmu, padahal yang hanya bisa kau lakukan saat ini hanyalah, mencari hingga benar-benar cocok, bukan untuk berharap agar segera di cocok-an karena kau tak bisa menentukan, hanya bisa berusaha.

Apakah bisa rusuk yang telah patah bisa bersatu lagi?

Bisa.. Tapi tidak dengan 11 rusuk lainnya yang telah menyakiti.

Aku tak tahu lebih pastinya berapa jumlah rusuk yang ada , aku hanya bisa menjadikan rusuk sebagai filosofi yang tak jelas ini.

Aku percaya rusuk bisa patah, rapuh dan sulit untuk menyatu lagi . Aku percaya. Karena bukan hanya hati yang bisa patah tapi rusuk pun juga bisa.

Kau pernah merasakan patah hati?
Dan hatimu seolah menjadi kepingan yang sulit untuk di satukan,pernah?

Disetiap hatimu patah, rusukmu pun ikut patah, hilang arah. Tapi semua tergantung padamu, ingin terus bertahan dengan kerapuhan hingga menjelang ajal, atau memperbaiki 1 rusukmu yang patah itu, dengan 11 rusuk dari tubuh yang lainnya, yang menunggumu.. Yang bisa menerima segala kekurangan dan ke rapuhan rusukmu, yang tidak menyakitinya lagi.

Jika rusukmu rusak berkali kali akibat cinta yang kandas tengah jalan.

Sudahlah.. Simpan rusukmu, yang kuat, ber-enzim, putih suci. Sampai waktunya tiba, rusukmu di pasangkan ke tulang rusuk lainnya, menyatu, tanpa ada yang menyakiti dan tersakiti lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...