Langsung ke konten utama

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi..
Warnanya yang telah usang terkutuk waktu
Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu
Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini

Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?"

Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi
Menambah warna putih di sekujur rambutnya
Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari
Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri
Karena begitu angkuh dan tak sadar diri
Akan harta yang masih ku miliki

Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini
Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya
Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh

Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku

Aku kesini lagi
Mengunjungi harta yang sempat ku tinggali
Seperti kacang lupa di kuliti
Mungkin hatiku yang dulu
Tak sesuci yang kini
Berapi hina aku ringsuk dalam dunia yang kian menusuk
Tapi senyumnya takkan pernah mengaroma busuk

Mungkin disini..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...