Langsung ke konten utama

Permainan peran

Pada situasi yang begitu pelik menerkam, saat saya harus berlaga seperti seorang pemain peran yang handal, menyekahkan sedikit senyum simpul, bermainkan dengan sedikit kata-kata yang terdengar parau. Menghindar tiap beberapa mata menyorot pada saya, berusaha mengalihkan setiap pandangan itu, agar mereka tak melihat titik lemah dalam diri ini .

Tetap, bukankah saya masih terlihat menggemaskan bukan? Saya masih bisa berlaga seperti pelawak bukan? Setidaknya membuat anda sedikit berpikir bahwa saya masih seperti biasa.

Dan nampaknya anda hanyut dalam permainan saya .

Kini, tiap kali saya bercermin, saya selalu bergurau pada diri sendiri "mau menggunakan topeng yang mana lagi nyonya? Nampaknya semuanya telah kau pakai, dan nampaknya mereka mulai hanyut dalan permainanmu! Lanjutkanlah"

Saya hanya ingin seperti biasa, tanpa harus menjawab pertanyaan "mengapa" "kenapa" bagaimana" dan seterusnya yang justru membuat saya semakin nampak lemah, maka janganlah bertanya.. Apapun tentang yang sedang saya perankan, anda hanya cukup menikmati peran saya, tersenyum dan menganggap semuanya telihat baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...