Langsung ke konten utama
hhhhhhh.......

terlihat begitu jelas namamu di barisan online, aku yakin itu namamu! disana jelas tertera!

"jangan offline pliss, hanya namamu saja, tak apa. aku hanya ingin kau dan aku saling bertatap lewat nama pun, tak mengapa" tapi nampaknya percuma juga...


kau tahu aku sakit ketika mengetahui kau berjalan dengannya? pernah kau tahu itu? pernah kau bertanya padaku tentang apa yang kurasakan saat ini? pernah kau tahu bahwa sesungguhnya air mataku jatuhnya karena kamu? BODOH!! aku terlalu bergantung padamu, hingga di gantungin pun aku tetap bertahan. BODOH!

di satu sisi aku berfikir aku bisa melupakanmu, aku yakin itu!
tapi disisi yang lain? aku masih tetap menunggumu...

tak kusangka ternyata, mengetahui berita itu rasanya sesak
lebih baik kau bilang padaku, bahwa kau sudah punya yang lain, biar aku tak terus menerus memendam rasa yang membuat aku sesak

aku mengetahuinya dari orang lain, kau? oohh teganya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saksi Bisu

Blog ini adalah satu satunya warisan yang gue punya , hahaah cerita cerita galau tentang masa depan ada disini semua. Mungkin.. Cerita akan berbeda 2-5 tahun yang akan datang, semoga cerita yang akan datang di blog ini berisi tentang kebahagiaan hidup, ketercapaian target, dan.. Pokoknya semua lah yang indah, Aamiin. Gue SMA nih sekarang.. Cerita SMP dulu juga ada.. Semoga sampe gue kuliah,kerja,dan berkeluarga masih ada(?) wkwkwkw . Gue gatau sih.. Ini blog gue menarik apa nggak, isinya cerita ga penting, dan ya gitu gitu aja.. Tapi seenggaknya gue bisa mengeluarkan uneg uneg gue. Wkwkw. Blog ini sebagai saksi bisu perjuangan hidup gue yang jatuh bangun jatuh bangun. Well, gue semakin lama semakin bingung sama diri gue sendiri.. Banyak ketakutan dalam hidup gue yang ga jelas. Tapi disisi lain gue suka mengambil resiko. Tapi kalo udah jatuh mewek. Ya itulah... Quote yang sampe sekarang mampu memotivasi gue saat gue down. Atau ada orang yang menyibir "gausah banyak mimpi!!...

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan