Langsung ke konten utama
hhhhhhh.......

terlihat begitu jelas namamu di barisan online, aku yakin itu namamu! disana jelas tertera!

"jangan offline pliss, hanya namamu saja, tak apa. aku hanya ingin kau dan aku saling bertatap lewat nama pun, tak mengapa" tapi nampaknya percuma juga...


kau tahu aku sakit ketika mengetahui kau berjalan dengannya? pernah kau tahu itu? pernah kau bertanya padaku tentang apa yang kurasakan saat ini? pernah kau tahu bahwa sesungguhnya air mataku jatuhnya karena kamu? BODOH!! aku terlalu bergantung padamu, hingga di gantungin pun aku tetap bertahan. BODOH!

di satu sisi aku berfikir aku bisa melupakanmu, aku yakin itu!
tapi disisi yang lain? aku masih tetap menunggumu...

tak kusangka ternyata, mengetahui berita itu rasanya sesak
lebih baik kau bilang padaku, bahwa kau sudah punya yang lain, biar aku tak terus menerus memendam rasa yang membuat aku sesak

aku mengetahuinya dari orang lain, kau? oohh teganya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...