Langsung ke konten utama

PUPUS~

terik matahari begitu tajam, berjalan turun dari angkot saja rasanya lelah sekali. 

" weh gila kali nih, panas bangeet!" gerutu dina
"iya huuuuhhh" timpah salah seorang dari mereka

mereka melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya tiba dirumah nesa.

"assalamualaikum.... nesaa!!!nesaa!!" teriak mereka kompak
"buka nes! panas weh!" gerutu yang lain
tak lama kemudian keluarlah, sepotoh wajah terpelongo didepan pintu dengan membawa bantal guling -_-
"lu tidur?" dina bertanya
"nggak" jawab nesa

mereka yang kepanasan akhirnya langsung menerobos rumah nesa dan memasuki kamarnya.

"hhhh adeemm" kata sesorang dari mereka


mereka pun melakukan ritual-ritual biasa yang mereka lakukan, apalagi yekan kalo gak ngerumpi? cewek-cewek sociality. 

"aduh laper yak" 
"iya nih ckckck"
"pada laper ya? nitip makanan aja ke fita, dia mumpung belom berangkat kesini tuh"
"yaudah gc sms gih!"

"fit, mie ayam satu, kwetiau 2, sama sogil 2 ye, nitip kita pada kelaperan nih" sms yang dituliskan oleh rahma

fita datang cukup lama, perut yang keroncongan gabisa di tahan lagi , akibatnya kita menggerut-menggerutu kecil.

"woiii nih makanannya!!!!" sesosok wajah berdiri di depan pintu seperti pahlawan bertopeng! haha

akhirnya mereka melahap makanan yang dibawakan fita tersebut,

"eeh..eehh.. lu tau gak? masa si septian mau di jadiin yang kedua?"
"iiiiwwwwhhh lu beneran fit?" kata dena
"iyaa! idih cowok-cowok mau aje dijadiin selingkuhan, ihhh" fita terlihat ilfeel.
"di jadiin selingkuhannya siapa?" tanya rahma
"itu tuh si priesil. "
"tunggu,tunggu.. ini septian mana yah?" potong chindy
"yaeelaah... septian yg ganteng anak basket itu"

deg!!! hati chindy seperti dihantam halilintar!!

"septian? septian mau dijadiin yang kedua? dengan sukarela?, kamu ganteng sep, kebodohan apalagi yang kamu perbuat, setelah di cap "playboy"??" chindy pun membantin . 

"woii chin? lu kenapa kok diem?" 
"ah? ha? nggak, gapapa " chindy berusaha mengelak dan kembali melahap kwetiau nya. 



terkadang cowok bisa melakukan hal bodoh bila dia benar benar mencintai sesorang, bahkan dijadikan selir pun rela. coba lihat ke depan, lihatlah! masih banyak cewek yang mendamba sesosok sepertinya. ya... cinta memang buta, membutakan hati, mata, dan pikiran. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disini

Aku duduk di kursi ini lagi.. Warnanya yang telah usang terkutuk waktu Sanggahannya telah rontok tergigit sisa kenangan di masa lalu Aku seperti melihat diriku dalam selimut tawa yang renyah saat belasan tahun silam aku terduduk di sanggahan ini Suasana yang tak ramai seperti dulu membuatku bertanya dalam jiwa "sampai kapan aku bisa terus membuatnya bahagia, seperti saat dulu tawa renyahku menjadi lagu nan indah untuknya?" Kini terlihat dibalik kelopak mata nya arti lelah yang bertubi-tubi Menambah warna putih di sekujur rambutnya Bermainkan dengan nyanyian sepi mengiri hari Aku tak berhenti menghardik diriku sendiri Karena begitu angkuh dan tak sadar diri Akan harta yang masih ku miliki Aku menemukan setiap bongkahan diriku di sudut sudut Rumah ini Aku sering bertanya siapakah aku yang sesungguhnya Sosok aku yang merasuk dalam raga yang terlihat mencoba untuk tegar namun angkuh Kini rumah ini terasa sempit sesak dengan banyak cerita bersejarah dalam kehidupanku...

tentang kegagalan

Beranjak

Sepanjang perjalanan say a mengagumi sosok engkau, sampai pula saya kepayang menghadapi bayang yang mampir dalam bunga mimpi Berjarak jauh dalam hati, namun nun dekat di mata, bagaimana saya bisa berucap rindu pada engkau? Jikalau bertemu saya tak mampu melihat sudut mata kau dalam linangan yang penuh dengan kehangatan Bagaimana cara saya menghadapi tiap serpihan hati ini yang selalu hancur setiap kali nama saya tak kunjung bisa kau lafal Malang nya hati ini , tak bisa saya menampung tiap bisik dusta yang terus megotori hati yang sudah tak suci. Jikalau bisa saya menggenggam tangan engkau, ingin rasanya saya beritahu engkau bahwa tak ada bunga yang lebih indah selain engkau , sekalipun hanya menjadi bunga mimpi dalam malam malam saya yang kelam Apalah arti hati yang keruh ini, mencintai sosok engkau yang begitu bersih, tinggi akan ilmu , dekat dengan Tuhan, dan kokoh dalam tindak. Jikalau sampai akhir hayat saya, saya tak mampu jua memiliki hati engkau, tak usahlah perlu kau ...