Langsung ke konten utama

Bahagia diatas bayang-bayang

Hari ini, selasa.

Bisa jadi hari ini membahagiakan, bahkan sangat. Untuk kesekian kalinya aku merasakan ini, tapi kali ini beda.. Kali ini lebih spesial. Bayang-bayang? Yah.. Bayang-bayang masa lalu yang datang menujam relung hati.

Sepertinya.. Sudah cukup, cukup sampai sini saja. Karena semakin lama aku takut semakin larut dan aku terhanyut di derasnya rasa yang "takkan" pernah ada rasa.

Bertopang pada rongga yang rapuh, sesekali aku jatuh,wajar. Aku bukan wonder women, jiwaku juga tak sekuat R.A Kartini. Jadi.. Aku putuskan, aku mengalah.

Memang tiada perlu ucapan "selamat" dalam sebuah kebahagiaan yang terselubung itu. Tapi toh.. Aku yang berkorban lagi.

Matahari saja ada waktunya untuk dia pergi, masa aku yang tak sekuat matahari masih terus bertahan tak kenal waktu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...