Langsung ke konten utama

Bahagia diatas bayang-bayang

Hari ini, selasa.

Bisa jadi hari ini membahagiakan, bahkan sangat. Untuk kesekian kalinya aku merasakan ini, tapi kali ini beda.. Kali ini lebih spesial. Bayang-bayang? Yah.. Bayang-bayang masa lalu yang datang menujam relung hati.

Sepertinya.. Sudah cukup, cukup sampai sini saja. Karena semakin lama aku takut semakin larut dan aku terhanyut di derasnya rasa yang "takkan" pernah ada rasa.

Bertopang pada rongga yang rapuh, sesekali aku jatuh,wajar. Aku bukan wonder women, jiwaku juga tak sekuat R.A Kartini. Jadi.. Aku putuskan, aku mengalah.

Memang tiada perlu ucapan "selamat" dalam sebuah kebahagiaan yang terselubung itu. Tapi toh.. Aku yang berkorban lagi.

Matahari saja ada waktunya untuk dia pergi, masa aku yang tak sekuat matahari masih terus bertahan tak kenal waktu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

tentang kegagalan

kembali kasih :)

      aku sama seperti manusia yang lain, terkadang manusia khilaf! ya khilaf benar katamu! melihat yang jauh-jauh begitu teliti, tetapi yang di depan mata selalu saja lolos dari pandangan dan perhatian.  bukan.. bukan maksudku untuk seolah tak menganggapmu atau apalah itu, tapi...tapi.. apa yah? semacam sugesti yang telah merasuk di otakku seolah aku memang "harus" bersama mereka. bukan berarti aku tak "membutuhkanmu" juga, aku butuh, butuh sama terbiasa itu beda loh ya?. serba bingung kalau begini, dilema juga... tapi percayalah, ini memang terkesan tak adil tapi inilah yang terbaik.  apakah kalau saling "membutuhkan" itu harus selalu bersama? selalu berpadu? tidak kan? . dan apakah kalau "membutuhkan" itu akan hilang hanya lantaran tak bersama? tidak kan?. lantas? apa permasalahannya lagi? . ada saatnya kita selalu bersama dan ada saatnya kita berpisaha. bukankah setiap pertemuan pasti akan bermuara ke perpisahan juga? yasudah.... angga...