Langsung ke konten utama

Euphoria hati

Menjajahi tiap deretan hari hari libur, lalu kini kembali dengan rutinitas awal. Dan ... Kembali melihatmu.

Kau tak tahu ada sudut mata yang mengupas tiap gerak dan bahasa tubuhmu dari kejauhan. Aku liat dari sini, dan aku katakan pada tulisan ini. Ini bukah aku yang rindu, tapi mataku dan hatiku yang rindu padamu

Kau tersenyum dan menyalami tiap teman temanmu seperti telah pergi ke brasil nonton piala dunia dan bawa tropy ke indonesia lalu menyalami satu satu dengan bahagia.

Tapi aku tidak disana... Aku tidak sedang disana. Aku disini, di tempat persembunyianku . Aku dibalik awan, meski hujan dan kabut menghalngi pandanganku, kau lihatkan sinar itu? Sinar mataku? Yang kerap kali membuatmu risih? Lihat kan? Kalaupun tidak yasudah..

Sudah.. Aku hanya ingin menceritakan hari pertama lagi ini, hari bahagia dan hari euphoria jerman dan hari duka cita untuk argentina.

Walupun aku tak dapat tropy kemenangan seperti jerman, tapi aku juga tidak akan menangis seperti argentina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kegagalan

Dalam Sekejap

dalam sekejap kemarin.. kau baik kemarin kau ceria kemarin kau baik-baik saja tapi kini kau diam tapi kini kau acuhkanku tapi kini kau berubah mengapa begitu cepat mengapa begitu sangat cepat ku tak mengerti jalan fikiran dirimu sungguh beriku alasan yang pasti untuk semua ini dalam sekejap kau meninggalkan ku

Meradang

Angka demi angka berguguran jatuh tepat pada permukaan ruang yang lemah, terlihat jelas rekam jejak beberapa tahun silam. Keadaan ini bukan hanya sekali habis, tapi terus terulang seperti radio rusak yang mengeluarkan suara sumbang. Mungkin sumbangnya bukanlah suatu masalah apabila didengar oleh seorang kakek lanjut usia , bahkan kejamnya duniapun terlihat tak enak di dengar apabila keluar dari suara radio yang sudah tak lagi berjaya. Diam. Mungkin hanya diamlah yang seharusnya dilakukan oleh radio itu , karena bicara hanyalah hal klasik kisah di masa silam hanya sebagian orang bodoh yang mau senantiasa untuk mendengarnya, seharusnya tak ada lagi rasa angkuh padanya, karena sudah selayaknya yang buruk harus terpuruk. Kini telah banyak tulisan buruk menghiasi tiap deretan riwayat hidup , siapa bilang setiap jiwa akan kuat menahannya? Luka batin yang dirasakan bukan kepalang. Ketika sengatan listrik menyambar sanubari dalam hati , ada rasa harap yang kian mencuat menjadi sebuah kekuat...