Langsung ke konten utama

Postingan

PHO?

Persepsi apapunlah itu, yang membuat hubungan orang lain jadi berantakan. PHO?tukang tikung?. Untuk yg mendakwa kepada seseorang bahwa orang itu PHO seperti begini sketsanya. Anda berada di sebuah jalan yang lurus enak sekali banyak buah-buahan yg bisa anda ambil sesuka hati anda. Lalu tibalah anda di sebuah persimpangan berbentuk segitiga. Anda menoleh ke kanan disana pemandangannya indah sekali, lalu anda menoleh ke kiri disana terdapat banyak bunga-bunga yang indah. Sedangkan jalan lurus yang di depan anda ini banyak sekali beling,paku,dan kerikil tajam. Anda segan untuk bisa melintas, dan anda memilih jalan ke kanan. Intinya adalah.. Disaat pasangan anda "menyimpang" jangan salahkan orang lain yang disebut PHO, mengapa anda tidak bisa memperindah diri anda? Mengapa anda tidak membuat segalanya menjadi nyaman?. Oke, itu kasus pertama. Yang kedua apabila anda tidak kalah indahnya dari jalan yang kanan/kiri, bahkan lebih indah. Tapi mengapa pasangan anda masih saja berpal...

Selamat tinggal ..

Aku rasa, aku sudah tak cukup kuat untuk menjadi pengagum rahasia. Juga sudah tak pantas memanggil namamu dalam sunyi.sungguh tak pantas. Ibarat air yang mengalir dari hulu ke hilir, hidupku harus terus berjalan sekalipun aku harus menerima hujaman tajam ketika aku sudah sampai di hilir. Dan kamu? Mungkin kamu akan tetap di hulu, dan bagaimanapun alasannya pasti aku akan meninggalkanmu sekalipun sakit hujaman itu. Aku tak mau mengaggumimu seperti udara, yang tak henti-hentinya memberi kebahagiaan untukmu tapi kau malah merusak udara dengan polusi perbuatanmu itu. Sungguh ironis,bertepuk sebelah tangan. Aku juga tak mau merindumu seperti hujan. Yang terkadang kau membenci hujan karena kau tak harapkan kehadiran itu,padahal di sisilain hujan selalu di butuhkan saat kekeringan melanda. Tapi kamu? Kamu malah menghardik hujan itu. Kasihan sekali. Roda terus berputar, aku juga tak ingin berhenti mengayuhnya, mungkin.. Jalanmu memang bukan jalanku, aku akan jadi pelangi yang ketika bumi mul...

musim umbar "janji"

gak ada berita yang lebih uptudate daripada "kampanye" dan "money politik" yap. tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi rakyat. jadi gak heran kalau banyak tiba-tiba di depan rumah udah ada sembako atau di jalan banyak ujan duit. hahaha. sebenernya banyak pertanyaan dalam pikiran gue sendiri yang sampai saat ini belum terpecahkan, biasanya pertanyaan itu gak bakal lama bersarang dalam pikiran gue, karena? karena gue pikun. tapi kali ini beda. setiap kali ganti chanel tivi pasti ketumunya caleg yang sedang kampanye dengan artis dangdut.entah kita gak boleh su'udzon . gatau kenapa sih ya, dan semoga gue doang yang punya pemikiran kayak gini. menurut gue caleg semuanya sama.ya semoga cuma gue. kadang, apa yang kita tuntut gak terwujud akibat wakil rakyat yang tak patut, entah.. ini hanya curhatan saja. gue juga gak bisa sepenuhnya menyalahkan para caleg toh dia memiliki hak yang sama, setiap warga negara berhak mendapatkan kedudukan yang sama dalam pem...

untukmu yang berseru "jangan seperti mereka!"

Wahai laksana mentari menyinari.. Kami ini binatang jalang dari sekumpulan yang terbuang Seberapa hina hati kami ini? Menoreh luka teramat dalam di palung hati ini.. Kami sama sepertimu, ingin bebas mengekspresikan diri kami Tapi mengapa kau jadikan kami kambing hitam revolusi ? Benar katamu, kami tak lebih dari binatang jalang Kami hanya ingin suara kami menggema ibu pertiwi Membasmi semua kuasa yang telah menjajah pikiran kami Habis darah mempertahankan angka, habis darah mempertahankan gemuruh batin Sakit hati kami sama seperti rasa sakit yang dirasakan gunung anak Krakatau, jikalau tiba saatnya kami yang akan menghabismu dengan semburan lahar panas yang mengalir dari segala penjuru magma dalam batin kami Jikalau kau lebih baik daripada generasi kami, mengapa kau jual bumi pertiwi? Mengapa kau tak memiliki nurani? Mengapa kau KORUPSI??! Kami adalah tulang yang berserakan tapi ditanganmulah   tulang itu menjadi berarti(jika kau peduli) ...

"Mama aku lagi nonton sctv"

Akhir-akhir ini ada yang aneh dalam kehidupan gue. Gatau . Mulai dari sms "mama aku minta pulsa" Sekarang berganti jadi "mama lagi ngapain? Papa lagi nonton sctv" Itu sms kayak gajauh beda sama yang s e belumnya, sama-sama gajelas. Gue sempet mikir, ini perkembangan jaman kah? Sehingga pengemis bisa ngirim sms tanpa perlu capek capek pake kaki buntung,jalan jinjit-jinjit(kadang kepala buat jalan*hiperola*) . Sekarang cukup diem di tempat, bermodalkan kartu nemu dijalan atau beli kartu yang seribu dapet 3 (?)   lalu mulai typing dan tunggu beberapa kemudian pulsa udah sampe, ini lebih cepet dari nungguin lilin di malam buta. Tapi kali ini berbeda smsnya "mama, papah lagi nonton sctv" Pengen gue bales "BODOAMAT" Absurd, sms itu gak ada embel-embel minta duit-nya -_- Mungkin ini modus baru, ya baru The next mungkin sms itu akan evolusi jadi "mama, aku lagi nafas"                  ...

Semoga gak FRI(END),

Kali ini serius gue lagi gak pengen melankolis dulu. Gue sadar akhir-akhir ini ada beberapa tawa yang terselip di sebuah tanya "apakah kita masih bisa terus begini?" Semenjak terpisah ruang dan waktu   seolah waktu memang tak berpihak. Kesibukan yang ga jelas membuat jembatan diantara kita mulai rapuh. Gue juga capek sih, akhir-akhir ini kepala gue sering pusing gara-gara tugas, gue butuh pil penenang . Sebenernya gue juga pengen rehat sebentar walau cuma sekedar tuker cerita. Gue gatau.. Gue bingung, gue sempet nanya "kenapa kita gak satu sekolahan aja gitu? Setidaknya, bisa meringankan beban batin. " Sakit lahir batin jadinya . Gue kangen, tapi gue gak bisa ekspresikan diri gue . Gue emang gak ekspresif. Bukan pemain peran yang bagus. Maaf, gue baru baca kata di web lu itu.

Masih pecundang

Bagaimana aku bisa menulis percakapan kita di lembar ini? Sedangkan lidahku kelu tiap kali sorot matamu terfokus padaku. Aku siapkan segenap kata-kata semaleman walau hanya sekedar "salam" tapi tak jarang juga itu hanya berakhir dihati yang telah mendidih tiap kali aku ingin bicara. Kadang.. Aku benci pada diriku disaat-saat seperti itu. Tulisanku mengalun berasamaan dengan segenap pertanyaan dihati yang tak bisa ku lafal dalam kata. Aku disini tidak sedang menulis cerita, karena tak ada cerita tentang kita. Entah.. Sampai kapan aku begini, sampai mataku tak dapat menangkap bayangmu lagi, sampai suaramu tak menggema dihatiku la g i, sampai sorot matamu tak dapat ku tangkap lagi. Atau sampai kapanpun aku terus diam begini, kau tak tau--aku tlah lelah--terpisah oleh waktu--akhirnya aku pupus lagi. Mungkin begitu sketsa nya. Aku merasa sebagai penakut,pengecut bahkan pecundang yang berada di kasta paling rendah! Sedangkan kau? Kuat,tangguh,pemberani dan tak terkalahkan. Hh...